Minggu, 11 Desember 2016

Sekilas tentang Berfikir yang Benar

Cara Berfikir dan Bekerja yang Benar

Mengapa Penting bagi kita untuk memiliki dan mempraktekkan cara berfikir dan bekerja yang benar?
Cara berfikir yang benar akan menjadikan kita mampu untuk mengerti dan memahami kebenaran dari kenyataan. Cara berfikir yang benar akan membuat kita memiliki panduan bekerja yang tepat sehingga pada akhirnya kita dapat bekerja dengan benar. Cara berfikir yang belum benar menjadikan kita tidak dapat memahami secara sebenar-benarnya kenyataan dari persoalan yang dihadapi.
Misalnya, ada suatu permasalahan di kampus mengenai dosen yang seenaknya membuat peraturan yang harus ditaati oleh mahasiswa, sementara dia sendiri tidak dapat diganggu gugat ketika melakukan tindakan yang merugikan mahasiswa. Ada suatu cara berfikir yang mengatakan bahwa itu adalah suatu hal yang wajar, karena dosen adalah orang yang akan memberikan ilmu, orang yang sibuk, orang yang dibutuhkan mahasiswa sementara dosen tidak membutuhkan mahasiswa. Bahwa hal tersebut adalah suatu kewajaran. Cara berfikir seperti inilah yang menjadikan mahasiswa sama sekali tidak mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh kampus, padahal salah satu kewajiban selalu diselesaikan, yaitu membayar SPP. Mahasiswa tidak dapat dengan terang melihat bahwa hal tersebut diakibatkan belum demokratisnya penyelenggaraan pendidikan di kampus, korupnya birokrasi kampus, dan belum berpihaknya Negara dan birokrasi kampus terhadap rakyat, terutama mahasiswa.
Hal seperti ini akan menjadikan mahasiswa sama sekali tidak berkembang kemampuannya, terbelakang pola fikirnya, dan akan selalu dilecehkan hak-hak demokratisnya dikampus. Sehingga pada prakteknya mayoritas mahasiswa belum terdorong untuk bergerak dan mengorganisasikan diri guna menuntut hak-hak demokratisnya yang seharusnya dipenuhi oleh birokrasi kampus dan Negara. Mahasiswa lebih banyak asyik ‘menikmati ketertindasannya’, dengan mengatakan : habis, mau apalagi? Inilah, hasil dari sistem pendidikan nasional kita.

Apa tujuan kita berfikir yang benar
Tujuan kita memiliki pola fikir yang benar adalah selain untuk mengetahui realitas yang ada secara terang dan benar, juga yang lebih penting agar kita memilki panduan untuk bergerak, panduan bekerja untuk menuntut hak-hak demokratis kita di kampus dan memperbaiki keadaan ke arah yang lebih baik, yaitu terwujudnya demokratisasi kampus, pendidikan yang terjangkau bagi rakyat yang miskin (anak buruh, anak tani, anak kaum miskin perkotaan), pendidikan yang ilmiah dan mengabdi kepada rakyat, dan terwujudnya demokrasi sejati di Indonesia. Tidak ada gunanya hanya sekedar mengerti bahwa ada suatu permasalahan di kampus dan di masyarakat tanpa kita melakukan apa-apa untuk merubahnya !!!

Lalu, apakah yang menentukan kesadaran sosial sekarang
Kesadaran sosial seseorang ditentukan oleh keadaan sosialnya. Seorang pemilik modal atau kapitalis akan selalu berfikir bagaimana memperbesar keuntungannya karena keadaan sosialnya sebagai pemilik modal yang apabila ingin survive harus menghisap dan mencuri tenaga kaum buruh. Seorang tuan tanah akan berfikir bagaimana mempertahankan kepemilikan tanahnya yang luas dan mendapatkan keuntungannya dari situ, sekalipun harus menindas kaum tani.

Demikian juga dengan mahasiswa. Keadaan sosial mahasiswa dimana mayoritasnya mendapatkan subsidi dari orang tua, orang tua yang berkecukupan, lingkungan keluarga dan sekolah yang individualistis dan belum demokratis, ditambah dia tidak aktif dalam organisasi yang demokratik, akan menciptakan kesadaran mahasiswa yang individual, malas, tidak mau kritis dan tidak mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap suatu permasalahan. Bahkan ketika lulus akan menjadi penindas-penindas baru. Karena pada hakikatnya, alam berfikir mahasiswa dilingkupi oleh keinginan untuk memiliki dan menumpuk-numpuk kekayaan secara pribadi, inilah makanya mahasiswa dalam klas-klas sosial masyarakat sering dimasukkan ke dalam golongan borjuis kecil. Apabila si mahasiswa mendapatkan pendidikan yang kritis terhadap realitas, dibesarkan dalam kultur yang demokratis, aktif dalam organsiasi yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan juga rakyat pada umumnya (yaitu FMN), akan menciptakan kesadaran dan tindakan yang maju dan progressif dari si mahasiswa itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar